Jumat, 04 Agustus 2023

Fase Yang Dialami Oleh Aliran Kubisme Adalah

Fase yang Dialami oleh Aliran Kubisme

Aliran kubisme merupakan salah satu gerakan seni modern yang muncul pada awal abad ke-20. Dalam perkembangannya, aliran ini mengalami beberapa fase yang berbeda yang mencerminkan perubahan dalam pendekatan dan gaya seni kubisme. Berikut adalah beberapa fase yang dialami oleh aliran kubisme:

1. Kubisme Analitis
Fase pertama yang dialami oleh aliran kubisme adalah kubisme analitis. Fase ini dimulai sekitar tahun 1907 hingga pertengahan tahun 1910. Dalam fase ini, seniman kubisme, seperti Pablo Picasso dan Georges Braque, mulai menggabungkan berbagai elemen dalam karya seni mereka. Mereka memecah objek menjadi bentuk-bentuk geometris sederhana dan menghadirkannya dari berbagai sudut pandang. Penekanan pada perspektif dan detail yang rumit menjadi ciri khas dari fase ini.

2. Kubisme Hermetik
Fase selanjutnya dalam perkembangan aliran kubisme adalah kubisme hermetik. Fase ini berlangsung sekitar tahun 1910 hingga 1912. Pada fase ini, seniman kubisme mulai lebih menekankan pada penyederhanaan bentuk dan penggunaan warna yang terbatas. Objek yang digambarkan dalam karya seni kubisme hermetik seringkali sulit dikenali dan terasa lebih abstrak. Fokus pada struktur dan komposisi menjadi lebih dominan dalam fase ini.

3. Kubisme Berwarna
Fase selanjutnya adalah kubisme berwarna, yang terjadi sekitar tahun 1912 hingga 1914. Pada fase ini, seniman kubisme mulai menggunakan warna dalam karya seni mereka dengan cara yang lebih bebas. Mereka mengeksplorasi penggunaan warna untuk menciptakan kedalaman dan dimensi yang baru dalam karya seni kubisme. Meskipun masih mempertahankan pendekatan penyederhanaan bentuk, penggunaan warna memberikan nuansa yang lebih hidup dan beragam dalam karya seni kubisme.

4. Kubisme Sentralis
Fase selanjutnya dalam perkembangan kubisme adalah kubisme sentralis. Fase ini terjadi pada awal tahun 1914 hingga 1920. Pada fase ini, seniman kubisme mulai menggabungkan elemen-elemen kubisme analitis dan kubisme berwarna ke dalam karya seni mereka. Mereka kembali menekankan pada representasi objek yang lebih jelas dan memiliki hubungan dengan dunia nyata. Kubisme sentralis juga mencerminkan pengaruh perang dunia dan perubahan sosial-politik pada saat itu.

Setiap fase dalam perkembangan aliran kubisme memiliki karakteristik dan pendekatan yang unik. Perkembangan ini tidak hanya mencerminkan eksplorasi dan eksperimen seniman kubisme, tetapi juga menggambarkan perubahan dalam pemahaman mereka tentang seni dan realitas. Kubisme merupakan gerakan seni yang inovatif dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan seni modern.